HIDUP
kata ini, menggambarkan banyak makna.
Saya jadi teringat masa – masa saat masih SD dulu, waktu itu ibu/ bapak guru mata pelajaran IPA mengajarkan bahwa manusia, hewan, dan tumbuhan adalah mahkluk hidup.
Kita perlu makanan, kita dapat berkembang biak, bernafas, kita juga dapat menerima rangsangan, tumbuh dan bergerak.Itulah ciri – ciri makhluk hidup dan itu juga ciri – ciri kita sebagai manusia.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai tumbuh besar dan mengalami banyak pertanyaan dalam hidup, dari apa arti hidup saya, kenapa saya harus bangun pagi – pagi untuk sekolah, kuliah, dan melakukan hal – hal lain, kenapa saya harus jadi orang hebat, kenapa saya harus disiplin untuk menggapai hal itu, kenapa saya harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup saya, kenapa saya butuh pacar, kenapa disaat orang lain senang saya kesusahan, kenapa saya sulit untuk mendapatkan apa yang saya inginkan… dan masih banyak pertanyaan – pertanyaan lain yang terngiang di kepala saya…
Ketidak jelasan arti hidup saya ini semakin menjadi – jadi. Saya semakin tidak peduli dengan waktu. Saya tidak peduli jika saya harus mengecewakan orang tua saya karena hasil ujian saya jelek, atau saya tidak peduli saya perlu belajar atau tidak, perlu mengerjakan tugas atau tidak, toh, mereka tidak mengenal saya, apa yang saya rasakan. Bahkan terkadang dalam hati saya, untuk apa saya harus berTuhan, kalau saya tidak mendapatkan penyelesaian masalah saya dari-Nya.
Saya terus ingin mencari tahu apa itu hidup, dan untuk apa saya hidup, kenapa saya harus melakukan sesuatu dalam hidup ini.
Banyak yang tidak tahu kenapa mereka hidup, ada juga yang berkata bahwa kita ini hidup untuk Tuhan, ada lagi yang bilang kalo hidup ini adalah cinta. anugrah dan lain – lainnya.
Tapi jujur saya tetap ga ngerti untuk apa saya hidup. semua paham itu paling lama hanya bertahan beberapa hari. setelah itu hilang entah kemana. dan saya kembali tidak bersemangat untuk menjalani kehidupan.
saya merasa hidup hanya seorang diri, padahal saya ada ditengah – tengah orang banyak. dalam hati saya, dada saya seperti tertusuk dan air mata ingin keluar namun tertahan oleh suatu beban yang berat.
Suatu saat, saya sempat tersadar oleh sebuah buku. disitu dituliskan, kita ga mungkin akan tahu apa tujuan hidup kita, apa makna hidup saya ini. kenapa? karena kita bukan Tuhan, kita bukanlah Pencipta. kita ini diciptakan, jadi kita ga akan pernah tau apa yang pencipta kita inginkan. Tapi, kembali lagi, kata – kata itu hanya bertahan beberapa hari dalam hidup saya, setelah itu seperti tidak ada artinya lagi untuk saya.
………………………………………..bersambung…………………………………………….

Leave a Reply